Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
PENGEMIS ITU MEMANG AYAHKU

PENGEMIS ITU MEMANG AYAHKU



 
PENGEMIS ITU MEMANG AYAHKU
Oleh: Risyalah Diwandini
Kegigihanmu kuatkan kalbuku
Auramu alihkan argumenku
Sapamu sadarkan salahku
Sayangmu sirnakan sombongku
Didikmu datangkan damaiku
perjuanganmu raibkan risauku
Bicaramu bubarkan bathilku
Nafasmu nanarkan nistaku
Kesabaranmu kuburkan kerasku
Hidupmu hilangkan haramku
Citramu campakkan celakaku
Karena semua yang ada padamu
Adalah separuh dari jiwaku
Engkau punggung hidupku



 
PENGEMIS ITU MEMANG AYAHKU
Oleh: Risyalah Diwandini
Kegigihanmu kuatkan kalbuku
Auramu alihkan argumenku
Sapamu sadarkan salahku
Sayangmu sirnakan sombongku
Didikmu datangkan damaiku
perjuanganmu raibkan risauku
Bicaramu bubarkan bathilku
Nafasmu nanarkan nistaku
Kesabaranmu kuburkan kerasku
Hidupmu hilangkan haramku
Citramu campakkan celakaku
Karena semua yang ada padamu
Adalah separuh dari jiwaku
Engkau punggung hidupku

PENGEMIS ITU MEMANG AYAHKU
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKKL2MEc2ZUDpJakInMaqrREugbb9r83PWKGtenEMUooeNo0hUFRAbkECnFUx6yTKnmCX61-I2tsymMI2-fr7_GqHL2PZWhPgrwfSuwfyD8yiXKWrLIPJy1qm4bSoRwLfWXjvHkIqk1z0/s72-c/juju.jpeg
Read More
KABUT BERKARAT

KABUT BERKARAT


KABUT BERKARAT
Oleh: Risyalah Diwandini

Sekelebat sesal terguyur nanah
Menciutkan nyali untuk mulai menengadah
Setan telah mengatakan “kalah”
Air mata pun kembali tum pah

Dosa ya dosa
Tak mungkin berbuah cinta
Bukan aku bermaksud melecehkan-Nya
Tapi bongkahan hidayah tak hadir jua

Sejuta manusia mengkiblatkan wajah
Memberondong nyali untuk mulai menegadah
Tapi setan tetap mengatakan “kalah”
Air mata pun kembali tum pah

Dosa ya dosa
Tak mungkin berbuah cinta
Bukan aku bermaksud melecehkan-Nya
Tapi bongkahan hidayah tak hadir jua

KABUT BERKARAT
Oleh: Risyalah Diwandini

Sekelebat sesal terguyur nanah
Menciutkan nyali untuk mulai menengadah
Setan telah mengatakan “kalah”
Air mata pun kembali tum pah

Dosa ya dosa
Tak mungkin berbuah cinta
Bukan aku bermaksud melecehkan-Nya
Tapi bongkahan hidayah tak hadir jua

Sejuta manusia mengkiblatkan wajah
Memberondong nyali untuk mulai menegadah
Tapi setan tetap mengatakan “kalah”
Air mata pun kembali tum pah

Dosa ya dosa
Tak mungkin berbuah cinta
Bukan aku bermaksud melecehkan-Nya
Tapi bongkahan hidayah tak hadir jua
KABUT BERKARAT
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfFNsDybZTKive_nnDlHHDI-6iz-qJCS7Uz-6wKji6p5I-g4mH3USvbcnzhAjQGkiaFIbbYr0VdOM8KfQVRuJsCCWujO4dz5TbuNHa9OGtFonK-DGskoyV2fTLSlEw797iuwRCbwP0TTk/s72-c/juhj.jpg
Read More

News Artikel

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. :: Resya's World :: - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger